PSSI: “Krisis Lapangan Sepakbola di Desa”

Losresultados.infoBintang sepakbola Indonesia hampir seluruhnya lahir dari desa. Ironisnya, total lapangan bola yang ada di desa-desa tidak sampai 10 persen.Hal itu disampaikan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Komjen Pol (Purn.) Mochamad Iriawan, Kamis (19/8).

“Perlu saya sampaikan 80 persen pemain tim nasional kita berasal dari desa. Tapi catatan kami dari Kemenko PMK, 896 lapangan sepakbola dari 80 ribu desa. Ini berarti cuma satu persen kurang lebih,” kata Iwan Bule, sapaannya.

Para pemain timnas dari desa tersebut beragam mulai dari kategori U-18, U-29, U-23 sampai senior.Menurutnya, fakta ini menjadi tantangan untuk mencapai tujuan pembangunan ke depan. Iwan menegaskan sepakbola bagian dari Sport for Development (S4D) yang tidak hanya fokus pada bidang olahraga.

“Ada banyak yang kita dapatkan dari sepakbola seperti kerja sama tim, rasa bertanggung jawab personal. Itu yang dibentuk dalam organisasi sepakbola kemudian berkomunikasi dengan baik antar individu, berperilaku adil jadi tidak egois, dan menyelesaikan konflik secara damai,” ucapnya.

Ketersedian lapangan di desa perlu menjadi perhatian bersama apalagi dapat memberi manfaat ekonomi cukup besar.Iwan menambahkan pembangunan sepakbola membutuhkan dukungan sarana dan prasarana.

“Secara garis besar masih banyak sekali kekurangan. Termasuk secara kuantitas yakni pelatih sepakbola yang terbatas bahkan PSSI saja masih belum punya kantor, apalagi lapangan. Beda dengan AFC lengkap kantor dan lapangannya. Kita belum punya,” ujar Iwan.

Ia menekankan perlunya kolaborasi federasi dengan seluruh pihak stakeholders bersatu membangun pembinaan sepakbola sejak usia dini.Menurutnya Iwan, PSSI sangat serius menangani sepakbola grassroot dibantu Direktur Teknik Indra Sjafri.

Untuk bidang grassroot, di PSSI terdapat nama Aldi Iqbal Tawakkal.  “PSSI percaya apabila sepak bola di level grassroot ditangani dengan baik, prestasi sepak bola di level atas akan segera diraih,” lanjutnya.

Sementara Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie menuturkan pihaknya mendukung peningkatan prestasi sepakbola nasional.Menurutnya, pembangunan sarana olahraga desa pernah menjadi empat program prioritas Kemendes PDTT pada 2019.

“Sebagai sarana olahraga desa, tempat berkumpul dan menciptakan aktivitas ekonomi masyarakat desa, membantu pertumbuhan ekonomi desa, menjadi ruang positif bagi generasi muda,” ucap Budi.

Adapun peluang bisnis yang dapat digarap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yakni mengelola lapangan untuk sewa friendly game, sparing, sewa latihan rutin.

“BUMDes juga bisa menyediakan perlengkapan sepakbola (kostum, bola, sepatu, perlengkapan latihan) atau mendirikan unit usaha baru seperti kios kuliner di sekitar lapangan sepakbola,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *