Memanas, Rudal Nuklir Rusia Bisa Hantam Finlandia Dalam 10 Detik

Berita Terkini, Losresultados.info – Rusia telah memulai pengerahan rudah nuklir ke wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Filandia. Langkah itu diambil setelah ketegangan memanas terkait keputusan Helsinki yang mengajukan keanggotaan di alisansi militer NATO.

Senjata Rusia yang dapat membaca hulu ledak nuklir itu adalah rudal Iskander mobile. Misil-misil itu terlihat juga sedang diangkut menuju garis pemisah kedua negara.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan Finlandia dan Swedia bahwa bergabung dengan aliansi Barat akan menjadi “Kesalahan”. Namun, kedua negara Skandinavia itu pun mengabaikan omelannya.

Setelah ditanggapi dingin oleh dua negara yang sebelumnya terkenal netral, Putin terindikasi mengambil tindakan putus asa untuk menyelamatkan muka.

Moskow pun telah menjelaskan bahwa kedua negara itu akan menderita konsekuensi bergabung dengan NATO, dengan mengeklaim bahwa Rusia bisa memusnahkan Finlandia dalam sepuluh detik.

Putin sebelumnya mengulangi ancaman rudal hipersonik terselubung dalam panggilan telepon yang menegangkan dengan pemimpin Finlandia.

Sebuah rekaman dashcam menunjukan armada rudah Iskander yang memastikan sedang dalam perjalanan ke Vyborg- hanya 24 mil dari perbatasan Finlandia pada hari Senin (16/5/2022).

Komentar dalam rekaman video itu menyatakan, “unik militer baru akan segera dibentuk”.

Memanas, Rudal Nuklir Rusia Bisa Hantam Finlandia Dalam 10 Detik.

Orang di belakang kamera menjelaskan: “Begitu presiden Finlandia mengatakan mereka bergabung dengan NATO, seluruh divisi Iskander, tujuh di antaranya bergerak menuju Vyborg”.

“Sepertinya unik militer baru akan segera dibentuk di Vyborg atau wilayah tersebut,” katanya seperti dikutip Sky News, Selasa (17/5/2022).

“Semua peralatannya baru, truk Ural mengendarainya. Jadi bersiaplah Finlandia, karena bergabung dengan NATO.”

“Ural baru, tujuh Iskander sepertinya unit militer baru sedang dibentuk-bagus sekali,” imbuh dia.

keluarga rudal yang menakutkan dirancang untuk mencapai target pada jarak yang relatif pendek dan dikerahkan melawan pasukan NATO.

Mereka telah menjadi senjata pokok yang digunakan oleh militer Putin selama invasinya ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022.

Rudal balistik jarak pendek mobile itu pun mampu membaca munisi tandan atau hulu ledak yang ditingkatkan.

Dengan jangkauan hingga 310 mil, Iskander juga bisa digunakan untuk misi penghancuran bunker dan anti-radar.

Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov mengatakan, “Kedua negara Skandinavia seharusnya tidak memiliki ilusi bahwa kami hanya akan mengundurkan diri untuk ini.”

Finlandia yang berbagai 380 mil perbatasan dengan Rusia, mengumumkan harapannya untuk mengamankan keanggotaan NATO setelah tetap non-blok secara militer selama 75 tahun.

Presiden Sauli Niinisto dan Perdana Menteri Sanna Marin dengan bersemangat menggambarkan perubahan kebijakan utama sebagai awal dari “era baru”

Namun Rusia mengklaim negara yang bergabung dengan aliansi transatlantik itu akan merusak hubungan bilateral.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan panggilan telepon bersama dengan para pemimpin Finlandia pada hari Jumat untuk mendukung aplikasi NATO mereka-meskipun Turki telah memperingatkan mungking memveto langkah tersebut.

Swedia pun segara mengikutinya hanya dalam hitungan jam, dengan Partai Sosial Demoktrat yang berkuasa juga mendukung upaya untuk bergabung dengan NATO.

Sekarang dalam pertunjukan persatuan yang menakjubkan, 15.000 tentara dari 14 negara NATO sedang melakukan latihan militer besar-besaran di Baltik.

Tentara Finlandia dan Swedia akan bergabung dalam latihan yang dijuluki “Siil” atau Hedgehog”, yang yang berlangsung hanya 40 mil dari pangkalan Rusia terdekat.

Mengkipun latihan sudah direncanakan sebelumnya, waktunya tidak tepat.

Pada beberapa bulan yang lalu, negara-negara yang secara historis tidak memihak, Finlandia dan Swedia, menganggap bergabung dengan aliansi sebagai prospek yang jauh.

Namun invasi Rusia ke Ukraina telah mendorong mereka untuk memikirkan kembali kebutuhan keamanan mereka dan mencari keselamatan dalam kelompok yang mereka pisahkan selama Perang Dingin yang panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.